News
Selamat datang di Portal Berita Satu Media News, ikuti terus untuk mendapatkan berita dan informasi terbaru serta terupdate seputar Politik, Pemerintahan, Ekonomi, Olahraga, Kesehatan, Pendidikan serta Hukum dan Kriminal.

Almira Nabila Fauzi Ingin Pemerintah Lebih Perhatikan Sektor Perempuan dan Anak

banner 468x60

BANDARLAMPUNG – Calon Anggota DPD RI, Almira Nabila Fauzi tampak hadir dalam Kongres Komnas Perlindungan Anak (PA) Kota Bandarlampung.

Kehadiran Almira mendampingi Mantan Wakil Bupati Pringsewu juga Ketua Komnas PA Pringsewu, Fauzi yang merupakan ayah kandungnya.

banner 325x300

Saat diwawancara usai pembukaan Kongres, Almira mengaku memiliki ketertarikan pada isu perempuan dan anak sejak dulu.

“Dari dulu memang concern dengan kasus-kasus terhadap perempuan dan anak. Tapi aku belum dapat kesempatan untuk bisa masuk ke ranah dimana bisa membantu menyelesaikan kasus-kasus tersebut,” ujarnya di Sparklite Hotel Bandarlampung, Rabu (31/1).

Untuk itu, kata Almira, dengan menjadi Calon Anggota DPD RI ia berharap kedepannya bisa berperan dalam membantu mengentaskan permasalahan perempuan dan anak.

“Kalau memang bisa duduk di DPD RI tentu nantinya aku akan belajar bekerjasama dengan melibatkan banyak instansi,” katanya.

Almira melanjutkan, salah satu agenda yang dia bawa jika menjadi Anggota DPD RI adalah memperjuangkan anggaran untuk kemajuan sektor perempuan dan anak.

“Bukan berarti mengecilkan bidang lain, tapi selama ini pemerintah terlalu fokus pada bidang lain. Padahal anak merupakan investasi yang akan bedampak pada masa depan bangsa,” tegasnya.

Kekerasan Seksual

Almira juga menyoroti tingginya angka kekerasan seksual yang melibatkan anak dibawah umur. Ia menuturkan, sudah jadi tugas instansi dan lembaga bekerjasama menekan angka tersebut.

“Mulai dari mengedukasi anak sejak dini. Lembaga pendidikan bisa bekerjasama dengan perhimpunan psikolog misalnya untuk mengedukasi anak-anak soal bahayanya kekerasan seksual,” ujarnya.

Ia mengibaratkan apa yang terlihat selama ini ibarat fenomena gunung es. Maka dari itu, lembaga seperti Komnas PA juga perlu meningkatkan kampanye lewat berbagai cara termasuk sosial media. Tujuannya agar perempuan dan anak yang merasa jadi korban kekerasan seksual bisa lebih berani mengungkap kebenaran.

“Jadi memang kerjasama berbagai pihak sangat dibutuhkan demi menekan angka kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak,” tukasnya. (SMN)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *