News
Selamat datang di Portal Berita Satu Media News, ikuti terus untuk mendapatkan berita dan informasi terbaru serta terupdate seputar Politik, Pemerintahan, Ekonomi, Olahraga, Kesehatan, Pendidikan serta Hukum dan Kriminal.

Empat Tahun KPB, Bagaimana Realisasinya ?

banner 468x60

BANDARLAMPUNG – Guyuran hujan dengan intensitas tinggi beberapa waktu belakangan membuat ribuan hektare lahan sawah terendam banjir.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung sudah memetakan total luasan sawah yang berisiko terpapar banjir setidaknya ada 74.095 hektare.

Fenomena itu membuat Pengacara Rakyat, Wahrul Fauzi Silalahi (WFS) angkat bicara. Ia menyebut awal tahun 2024 menjadi masa kelam untuk para petani, terutama yang gagal panen akibat sawahnya terendam banjir.

Wahrul juga menyinggung soal program unggulan Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi yakni Kartu Petani Berjaya (KPB).

“Dari data yang kami miliki, setidaknya ada 6 (enam) kabupaten yang terdampak banjir seperti Lampung Utara, Lampung Tengah, Lampung Selatan, Lampung Barat, Mesjui dan Tulang bawang,”  kata Wahrul Fauzi dalam siaran persnya, baru ini.

Politisi Gerindra itu mempertanyakan bagaimana komitmen asuransi untuk petani yang ada dalam program unggulan Gubernur Lampung tersebut.

“Dalam konteks saat ini, Apakah pemprov akan memberikan bibit dan pupuk terhadap petani yang terdampak. Kapan gubernur akan turun melihat lapangan ?,” ujarnya.

Menurutnya, tak hanya masalah banjir, bahkan sebelumnya masih banyak petani mengeluh akibat sulitnya mendapatkan pupuk.

Namun hingga saat ini, lanjutnya, belum ada langkah konkret yang diambil Pemprov Lampung untuk solusi masalah para petani tersebut.

“Saya mendapatkan informasi bahwa petani masih kesulitan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi. Tujuan dari program pertani berjaya ini kan untuk kesejahteraan petani, lalu bagaimana realisasinya selama kurang lebih empat tahun ini?,” tukasnya. (SMN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *