News
Selamat datang di Portal Berita Satu Media News, ikuti terus untuk mendapatkan berita dan informasi terbaru serta terupdate seputar Politik, Pemerintahan, Ekonomi, Olahraga, Kesehatan, Pendidikan serta Hukum dan Kriminal.

Cita-cita Mulia, Deddy Wijaya Candra

banner 468x60

BANDARLAMPUNG – Jelang Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 banyak nama potensial bermunculan dari berbagai partai politik. Latarnya beragam, dari pebisnis, aktivis sampai artis.

Tapi dari sekian banyak sosok yang ingin menjajal peruntungan di dunia politik, ada salah satu nama yang bisa dibilang menarik perhatian.

banner 325x300

Deddy Wijaya Candra, caleg DPRD Provinsi Lampung dari Partai PDI Perjuangan yang belakangan juga disebut-sebut bakal mengisi bursa Bakal Calon Walikota Bandarlampung.

Matang di berbagai organisasi sejak remaja membuatnya punya pandangan politik yang cukup unik. Deddy, begitu ia akrab disapa, tumbuh di banyak organisasi macam Majelis Buddhayana Indonesia, Gemabudhi, Persatuan Umat Buddha Indonesia, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI).

Sederet pengalaman itu pada akhirnya membuat Deddy dipinang PDI Perjuangan. Pun dirinya diberi mandat untuk menduduki jabatan sebagai Wakil Ketua Bidang Pemuda, Olahraga dan Pariwisata DPD PDI Perjuangan Lampung.

Pengalaman ditambah basis suara yang dipunya mau takmau membuatnya mesti terjun ikut bertarung dalam pesta demokrasi. Meski begitu dia mengaku tak punya ambisi, sebab kata dia ambisi justru membuat seseorang lupa bahwa yang terpenting adalah berguna bagi masyarakat luas.

“Saya tidak punya ambisi, tapi punya cita-cita. Ingin menyadarkan masyarakat bahwa politik tidak melulu transaksional,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (4/7).

Misinya jelas, memberikan pendidikan politik ke semua lapisan masyarakat. Sebab itu, ia takmau berfokus menyapa hanya di basis massa yang dipunya.

“Saya tidak pernah membeda-bedakan, mulai dari pemuda, orangtua, tokoh masyarakat sampai pedagang pasar saya sambangi,” kata dia.

Dia mengaku, sulit memang merubah paradigma politik transaksional khususnya di Bandarlampung. Tapi menurutnya, melihat sambutan yang diterima saat menyapa masyarakat di akar rumput membuatnya optimis hal tersebut bukanlah mustahil.

“Masih banyak masyarakat yang mau menerima gagasan dan tidak melulu wani piro,” jelasnya.

Pada akhirnya, kata Deddy, masyarakat merindukan sosok pemimpin yang bukan cuma pintar tapi lebih peka terhadap berbagai permasalahan di lapangan.

“Artinya para pejabat baik itu di legislatif maupun eksekutif harus mulai berpikir untuk membuat aturan-aturan yang memang bisa berguna bagi masyarakat. Jangan lagi ada kebijakan populis yang pada akhirnya malah merugikan,” tukasnya. (SMN)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *